Minggu, 08 Mei 2011

Menanam Cabai Rawit Di Halaman

Cabai Rawit mahal.... Rp. 100,000/kg. Hampir semua orang berteriak hal yang sama. Tapi Alhamdulillah tidak denganku, aku mempunyai lebih kurang 10 tanaman cabai rawit di halaman depan rumahku. Jadi tidak perlu keluar uang banyak untuk membuat sambal favorit.

Pertama kali menanam cabai di bimbing asisten rumah tanggaku asal Cianjur (Mala, dimana sekarang ya) yang kebetulan orangtuanya petani cabai.
Dan ternyata metodenya sangat mudah diaplikasikan.

1. Pilih Cabai rawit yang sudah tua dan bentuknya sempurna. (pertama kali mau menanam cabai beli di tukang sayur yang setiap hari lewat di depan rumah)

2. Rendam cabai rawit dalam air selama kurang lebih 24 jam (agar biji cabai mudah dikeluarkan)

3. Tiriskan dan keluarkan bibit cabai (bisa menggunakan sendok untuk menghancurkan buah cabai)

4. Keringkan di bawah sinar matahari selama 4-6 jam ( Supaya bibit kering jadi bisa lebih awet jika disimpan)

5. Bibit bisa langsung ditanam atau disimpan ( sampai satu bulan juga masih bisa digunakan).

6. Semai bibit cabai.

7. Setelah kecambah tumbuh dan bibit berukuran 10 cm. Pindahkan bibit cabai ke dalam pot atau polybag berdiameter 20-25cm (1 pot/polybag bisa 3-4 batang cabai)

8. Jika sudah dipindahkan perawataannya 2x sehari disiram air, dan 1 minggu sekali disiram air pupuk organik buatan sendiri juga).

9. Dan 3 bulan kemudian mulai bermunculan buah-buah cabai kecil yang nantinya akan bisa dipanen 1 minggu sekali.

Asyiik kan bertanam cabai di halaman selain menghemat pengeluaran juga menjaga bumi kita ini tetap hijau. Bayangkan kalau di setiap halaman rumah ada minimal 10 tanaman cabai, pasti tidak akan ada lagi yang berteriak-teriak cabai mahal dan udara semakin bersih pastinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar